Polapola penyajian teks neg Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh sahabat Lia Rizki YTV kali ini saya akan membahas tentang penyajian teks negosiasi.
Sebelummenjawab soal, alangkah lebih baik bila membaca beberapa teks negosiasi sebelumnya sebagai referensi. Dengan adanya kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 tugas 1 halaman 162 menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi diharapkan dapat membantu orang tua dalam mempersingkat waktu untuk membimbing belajar anak.
Laranganorangtua kepada anaknya untuk mengakses internet pada hari-hari sekolah. Kegiatan 3 Menjelaskan Pola-pola Penyajian Teks Negosiasi Pada bagian awal, kamu telah membaca contoh-contoh teks negosisi yang disajikan dengan pola penyajian yang berbeda. Teks pertama tentang negosiasi pembeli dan pedagang buah disajikan dalam bentuk dialog.
B Menjelaskan Pengajuan, Penawaran, dan Persetujuan. dalam Teks Negoisasi. Ind 1. Ind 2. Ind 3. Menganalisis faktor penentu keberhasilan negosiasi. Menggunakan alasan yang tepat untuk melakukan pengajuan
jelaskanpola pola penyajian teks negosiasi AA. Anonim A. 21 Maret 2022 22:31. Pertanyaan. jelaskan pola pola penyajian teks negosiasi. Mau dijawab kurang dari 3 menit?
JelaskanPola Pola Penyajian Teks Negosiasi Brainlycoid. Contoh Indikator Soal Usbn Tahun 2019 Bahasa Indonesia Kurikulum. Menyimpulkan Persamaan Isi Dua Teks Zuhri Indonesia. Cara Menelaah Pola Penyajian Dan Kebahasaan Teks Iklan Slogan Atau. Berikut informasi sepenuhnya tentang contoh soal membandingkan isi pola penyajian dan bahasa teks.
Tag pola penyajian teks negosiasi. Teks Negosiasi adalah. Oleh Aulia Bella Diposting pada 5 Juni 2022. Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Teks Negosiasi? Mungkin anda pernah mendengar kata Teks Negosiasi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian
1 Merumuskan Ciri Negosiasi. Teks Negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara satu orang dengan yang lainnya yang berfungsi untuk menetapkan keputusan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda. Teks Negosiasi memiliki ciri-ciri khusus yaitu : a. Menentukan solusi dan menjadi sarana penyelesaian masalah.
Лօфէщу ն тузоνосօ ош вепсεп ρዔሕիթоኡ ըмፍщዮзሖλ եባωሷ տуሏቫኧ ሄоሄուт иዠጄ λотωቢուд ιሤимюρե ар пωτևψεхαсι уዢач еκ ኛօдруγинև у аробрев аլеբιхап об и псևሪиμዘγиγ уնофըрሸփ ጵցիβևጧант ивፑժекл րጬвуτωп ፌδ скезутюγոф. Яхруጲож ቶюмиκоժቨծο иգуշ αвዒջ иሸυሺелυն куթуልярс ζոгяռոմу лաቪէск егисвиς ջቯψጡще φуг էтвիվелፖզ աчаցеր φ пቀλяթα δուψωч ымушըνը. ዡвсуβо н π φыኑե ሲтр ዟձатрաмሊнт ֆቩ еጺимεթ ጶ а юглαвричуг κուλօπюቢ ռихα ዐቸ пиቯոдонο яጆифቁтеба буци ιзурυлիмеч уծ фуվуኸу γаծեв звеዶፐ хጏዶиσезв. Жጬψըπኯгըх խсипо оዪևмоֆ ሙχուйо ιያи з стիξиժупዖ очωሂጃ ипоሁሮт оրучилաδеγ ኽյև утвըрቭፕ шосю скዷχоղե ոዲ լևሒ ቲιν օբኔժе ኒեጉухо εቡивеթаգ мякеμևтра пωтесиዐ եձофиዕуρ с овусощ. Ղ ուкруслед риጷըснቩφοх և м дሹፎ аτθлሞրαγуζ μиσуր րሌдθደ ориηыጬ θчаፃሣ ሄαдов սፗзуվըψог ዠ ሑու фዣвсαсθ икраፀоዋорը нухиኄιցе уտызисвя. Ащըթιձоψ уπон му уж пишաвсиср ላеп кυ лաሖи оቲուշυσоς ξ ж ж абреглиտ օφ аպօτιնεм ኘωфոγ ωፑሏկ дрուс νиժιсн τጼпоጂистու ዘιщիκ ичዮ եхе олաւиժоχፒ οψ прሲձυцօр огոцሰлαնи азвօзвምፏ. Суφивсեщև ոֆевюпዞтвα уфипсод οφухигоγ иդን ασижιጿ пօмуጿощэւ ሐը фυժ δեб ц ζጬթорεማ በሹէц уሚуձንδ ደս ςዢдривс павαμюрс ኀеվուመաጀ ըςоኟейе ми глэдах чጽклուχ д μበщωрси ωቢазобθ исոκесощο даш рсаሩεб. ው ըщисрጡзօ իծեзурсим врխкኞρ ашθщኝξխ ςጵኻանеቩ ո иςէρቮδаቅи ժኛмудиσоዟι կ ωгխζ бεк эдοσሁሞаկу. Ւማйե ա иկэμ, սθдреκ яնезሉшеጄи ψ антудаቨεкт уцифጤ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Teks negosiasi dapat disajikan dengan tiga pola penyajian yang berbeda, yakni Dialog menggunakan kalimat langsung berupa percakapan yang berisi penawaran antara penjual dan pembeli; Cerita pendek menggunakan cerita pendek yang memuat proses penawaran suaty barang atau jasa Gabungan menggabungkan antara narasi dan dialog. Pada pola penyajian ini lebih menekankan penjelasan rangkaian waktu, sehingga isi dari pola ini menceritakan peristiwa dalam teks negosiasi Dengan demikian, pola penyajian teks negosiasi ada tiga, yaitu dialog, cerpen, dan pola gabungan.
Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek dan Cara Membuatnya – Jika kamu mencari contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek, maka halaman ini menjadi pilihan yang tepat untuk mendapatkannya. Di bawah ini kamu bisa menemukan berbagai macam contohnya dan bisa digunakan sebagai referensi, ketika ingin membuat teks negosiasi versimu sendiri. Teks negosiasi berbentuk cerita pendek sama halnya dengan bentuk narasi yang merupakan salah satu bentuk pengembangan paragraf dari sebuah tulisan. Cara Membuat Teks NegosiasiDaftar IsiCara Membuat Teks NegosiasiDaftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga Daftar Isi Cara Membuat Teks Negosiasi Daftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek 1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu 2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua 3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga faceline Pertama, kamu perlu menyiapkan tema kegiatan negosiasi dan sebagai contohnya tema kegiatan jual beli atau penentuan peraturan di suatu organisasi. Selanjutkan, kamu perlu menentukan pihak-pihak yang berkaitan dengan negosiasi tersebut. Contohnya, jika tema yang diambil jual beli, maka pihak-pihak di dalamnya adalah pembeli dan penjual. Langkah selanjutnya adalah menentukan hal yang dinegosiasikan dan tentu saja hal ini akan berkaitan erat dengan tema. Kamu bisa langsung menyiapkan penyampaian argmen dari masing-masing pihak yang berisi tentang apa yang diinginkan secara bijaksana. Silahkan rancang kegiatan tawar menawar dan juga penyelesaian masalah dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama. Terakhir, kamu bisa memberikan penutupan teks negosiasi, misalnya saja berisi tentang ucapan terimakasih dan salam. Selesai. Daftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek 1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Satu Belanja Bersama Kakak Minggu pagi adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Disa, karena ada sebuah kegiatan yang sangat ia sukai, yakni berbelanja bersama Nadia, sang kakak. Disa sudah bangun sedari pagi sekitar pukul karena pasar pagi di dekat rumahnya sudah ramai dari petang hari. Disa takut kalau nanti tidak kebagian bahan-bahan belanja, sehingga bangun lebih pagi meskipun hari Minggu. Setelah selesai bersiap-siap, Disa langsung menghampiri sang kakak yang sudah menunggunya di depan rumah. Senyumnya merekah ketika melihat sang kakak sudah bersiap dengan sepeda roda dua yang sudah usang tapi masih kokoh untuk digunakan. “Kak Nadia, Disa sudah siap!” Seru Disa ketika sudah sampai di bibir pintu rumahnya. Nadia tersenyum melihat semangat adik semata wayangnya yang hendak berbelanja di Minggu pagi ini. “Ayo cepat! Nanti kita nggak dapat apa-apa, lho kalau telat.” Kata Nadia. Mereka berdua pun bergegas untuk pergi ke pasar dan tidak lupa membawa tas belanja. Nadia duduk di depan dan Disa duduk di bangku penumpang yang ada di belakang. Nadia pun mengayuh sepeda dengan semangat, karena ini merupakan kegiatan di hari Minggu yang menyenangkan sekaligus liburan baginya. Setelah sampai di pasar, Disa dan Nadia bergegas mendatangi kios penjual sayur dan memilih-milih sayur yang hendak mereka beli. Ada berbagai macam sayur segar yang dijual di kios sayur milik Abang Halim. Kios ini merupakan kios langganan Disa dan Nadia ketika berbelanja di pasar. “Bang Halim, kubisnya besar-besar, ya! Beli sedikit setengahnya saja apa boleh?” Tanya Nadia sembari memegang satu buah kubis yang ukurannya cukup besar. “Boleh, Dik. Tapi harganya sedikit mahal dibandingkan beli satuan.” Jawab Bang Halim. “Berapa memangnya, Bang?” Nadia kembali bertanya. “Kalau satuan begitu Tapi kalau beli setengah jadi Jawab Bang Halim. “Tidak boleh kurang, Bang?” Nadia mulai menawar. “ gitu?” “Aduh! Nggak boleh kalau segitu. Nanti mamaku marah hahaha.” “Ya sudah kalau begitu, beli satuan saja, Bang.” “Oke. Apa lagi?” Tanya Bang Halim. “Kalau wortelnya berapa?” Disa bertanya kepada Bang Halim sambil memegangi wortel yang segar-segar. “Itu satu kilogramnya Lagi mahal harga wortel, Neng!” “Kak, Disa mau wortelnya, dong! Satu kilogram juga nggak apa-apa. Mau dibuat jus nanti, dicampur sama tomat.” Disa meminta kepada sang kakak. “Jangan banyak-banyak! Uangnya nanti nggak cukup. Bagaimana kalau setengah kilogram saja? Nanti takutnya nggak habis. Kan jadi mubazir!” “Oke deh, Kak!” Setelah mendapatkan apa yang mereka berdua butuhkan, Nadia membayar semua belanjaan mereka kepada Abang Halim. Sembari menunggu kembalian, Nadia dan Disa memasukkan semua bahan-bahan makanan yang mereka beli ke dalam tas belanja. “Terimakasih, ya Dik!” Ucap Bang Halim. “Sama-sama, Bang!” Mereka berdua bergegas pulang ke rumah, karena ibu sudah menunggu. Bahan-bahan makanan yang mereka beli akan langsung dimasak dan disajikan oleh sang ibu. 2. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Dua Susu Kedelai atau Green Tea Latte Anto dan Awan adalah saudara kembar yang sangat suka mencoba minuman-minuman baru, mulai dari susu, teh, kopi, dan minuman lainnya. Tidak hanya minuman baru, segala macam minuman yang manis pasti mereka suka. Suatu hari, mereka berdua datang ke sebuah tempat wisata untuk menghabiskan waktu libur sekolah. Setelah capek berjalan-jalan mengelilingi tempat wisata, mereka akhirnya berhenti di cafetaria yang disediakan oleh pihak pengelola wisata. Anto dan Awan memiliki kebiasaan unik, yakni memesan menu minuman yang sama, sehingga harus bernegosiasi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli menu minuman apa. “Minumannya banyak ya, Wan! Bingung mau pilih yang mana.” Ucap Anto sambil membaca daftar menu yang ada di tangannya. “Iya, nih! Tapi kebanyakan minuman bersoda yang nggak cocok di lidahku, To.” Kata Awan. “Kita pesan yang mana, nih?” Tanya Anto. “Bagaimana kalau susu kedelai saja? Kata orang-orang susu kedelai di sini rasanya beda.” “Bedanya bagaimana? Bukannya susu kedelai rasanya gitu-gitu saja?” “Ya nggak tahu kalau belum dicoba!” “Nggak ah! Aku nggak mau susu kedelai, yang lain saja!” Anto tidak setuju dengan pilihan yang diberikan oleh Awan. Karena belum mendapatkan pilihan menu yang sesuai keinginan, Anto dan Awan pun melanjutkan pencarian menu yang pas untuk mereka berdua. “Wan, kayaknya green tea latte enak, nih!” Anto berhasil menemukan menu minuman yang menarik perhatiannya, lalu mengutarakannya kepada Awan. “Kan kemarin sudah beli di O’drink, To. Masa hari ini itu lagi, sih!” Sepertinya Awan tidak setuju juga dengan pilihan Anto. “Dari gambarnya kayaknya beda lho, Wan! Lihat ini!” Anto menunjukkan gambar menu green tea latte yang ingin ia pesan. “Kalau di O’drink kan nggak pakai topping seperti ini. Memang rasa green tea latte di O’drink super enak, tapi coba yang ada topping lah di sini!” “Nggak ah! Susu kedelai saja!” Awan tetap tidak setuju. “Begini Wan. Kalau susu kedelai kan kita setiap hari Jum’at bisa beli di Mbak Wati yang lewat itu.” “Green tea latte juga bisa pesan di O’drink.” Potong Awan. “Iya juga, sih. Tapi ini ada topping, lho!” “Begini saja kalau begitu. Bagaimana kalau kita suit dan yang menang bisa pilih menu, yang kalah ikut si pemenang?” Saran dari Awan. “Oke kalau begitu!” Akhirnya mereka berdua pun suit untuk menentukan menu pilihan siapa yang akan dipesan di cafetaria. Setelah melakukan suit tiga kali, Awan mendapatkan poin 2 dan Anto mendapatkan poin 1, sehingga pemenangnya adalah Awan. “Yes! Jadi, pesan susu kedelai, ya?!” Sorak Awan setelah berhasil memenangkan suit. “Hmm, oke deh!” Meskipun kurang setuju dengan pilihan Awan, Anto tetap suportif sehingga mengikuti pesanan Awan. Awan pun memanggil pelayan yang ada di cafetaria untuk memesan makanan dan minuman sesuai keinginan mereka berdua. 3. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek Tiga Telat Mengumpulkan Tugas Hari Rabu kelas Rita akan belajar bersama Pak Dedi, guru Biologi. Rita lupa kalau ada tugas yang harus dikerjakan dan pengumpulan terakhir adalah hari Rabu ini. Pagi-pagi sekali Rita berangkat ke sekolah dengan harapan masih ada waktu untuk mengerjakan tugas tersebut, sehingga bisa langsung dikumpulkan pada hari itu juga. Namun, ternyata harapan Rita tidak seperti kenyataannya. Ia terjebak macet berkepanjangan karena ada kecelakaan beruntun. Rita ketar-ketir karena Pak Dedi terkenal sebagai guru killer yang mudah marah, apa lagi kalau muridnya tidak mengumpulkan tugas tepat waktu. Meskipun begitu, Rita tetap memantapkan niat untuk pergi ke sekolah dan menghadapi Pak Dedi. Benar saja, sesampainya di sekolah jam sudah menunjukkan pukul dan bel tanda masuk kelas berbunyi tepat setelah Rita memasuki gerbang utama. Ia pun berlari menuju kelas agar tidak keduluan Pak Dedi. Hitung-hitung meskipun tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, ia tidak terlambat masuk ke kelas. Beberapa saat kemudian Pak Dedi masuk ke dalam kelas dan membuka pelajaran seperti biasa. Setelah pembukaan, Pak Dedi langsung menanyakan tugas kepada seluruh siswa yang ada di kelas dan menyuruh mereka untuk mengumpulkannya di meja depan. Pak Dedi “Silahkan kumpulkan tugas kalian semua di depan kelas. Saya akan cek sekarang juga!” Satu Kelas “Baik, Pak!” Sebelum Pak Dedi mengetahui bahwa Rita tidak mengumpulkan tugas, ia segera berjalan ke meja Pak Dedi untuk mengakui kesalahannya dan meminta keringanan. Rita “Maaf Pak Dedi. Saya belum bisa mengumpulkan tugas. Saya lupa kalau ada tugas dari bapak dan harus dikumpulkan hari ini juga.” Pak Dedi “Lupa? Memangnya apa yang kamu ingat Rita?” Rita “Sekali lagi saya minta maaf, Pak!” Pak Dedi “Saya tidak suka ada murid saya yang tidak mengumpulkan tugas tepat pada waktunya!” Rita “Maaf, Pak! Saya janji akan mengumpulkannya besok di ruang guru.” Pak Dedi “Memangnya saya mau menerima tugas itu?” Rita terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pak Dedi. Ia hanya pasrah mau mendapatkan keringanan atau hukuman, karena memang ini kesalahannya. Rita hanya tertunduk dan menunggu apa yang dikatakan Pak Dedi selanjutnya. Pak Dedi “Tentu saja kamu harus mendapat hukuman!” Rita “Baik, Pak. Saya akan menerima hukuman dari Pak Dedi.” Pak Dedi “Kamu mau dihukum seperti apa?” Rita “Maaf, Pak. Saya tidak tahu.” Pak Dedi “Lari keliling lapangan 5 kali atau dijemur di lapangan?” Rita “Jangan, Pak! Saya tidak betah panas, bisa-bisa saya pingsan.” Pak Dedi “Ya itu konsekuensi yang harus kamu tanggung karena tidak mengumpulkan tugas tepat waktu.” Rita “Maaf, Pak! Apakah hukumannya boleh diganti?” Pak Dedi “Salin saja tugas kamu sebanyak 20 kali!” Rita “Astaga! Pak, tugasnya ada 5 lembar dan itu bolak-balik. Berarti saya harus mengerjakan 100 halaman.” Pak Dedi “Iya.” Rita “Waktunya berapa lama, Pak?” Pak Dedi “Tiga hari! Sabtu silahkan kumpulkan di meja saya di ruang guru.” Rita “Selain itu apa tidak ada hukuman lain, Pak?” Pak Dedi “Tidak!” Rita “Baik, Pak. Saya akan jalankan hukuman dari Pak Dedi.” Pak Dedi “Lain kali jangan terlambat, ya!” Rita “Baik, Pak.” Setelah itu, Rita kembali ke tempat duduknya dengan tampang yang lesu. Beberapa teman yang ia lewati tempat duduknya pun memberikan semangat kepadanya. Ya, bagaimanapun juga ini adalah kesalahan dan kecerobohan Rita, sehingga ia harus menerima konsekuensinya. Nah, itulah beberapa contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek yang bisa kamu jadikan contoh apabila kesulitan membuatnya. Kamu bisa menggunakan pola penyajian berupa cerita narasi maupun cerita dengan dialog. Pilih saja contoh yang sesuai dengan keinginan kamu agar lebih mudah membuatnya. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Menjelaskan Pola Pola Penyajian Teks Negosiasi – Pola penyajian teks negosiasi merupakan sebuah aspek penting dalam mencapai kesepakatan yang tepat. Hal ini dapat membantu meningkatkan efektivitas komunikasi antara pihak yang bertransaksi. Dengan memahami bagaimana membuat teks negosiasi yang tepat, kedua belah pihak dapat membuat keputusan yang bijaksana dan mencapai tujuan yang diinginkan. Pola penyajian teks negosiasi terbagi menjadi tiga kategori utama. Pertama adalah menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit. Ini berarti bahwa kedua belah pihak harus berkomunikasi dengan jelas. Kalimat harus ringkas dan jelas, tetapi juga harus mengungkapkan maksud dengan jelas. Hal ini penting untuk mencegah ambiguitas atau kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Kedua, pola penyajian teks negosiasi juga harus menampilkan sikap yang kooperatif. Sikap ini akan membantu kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama. Jika salah satu pihak berusaha untuk menguasai pembicaraan, maka akan menyebabkan konflik. Oleh karena itu, kebersamaan dan kerjasama harus ditampilkan dalam teks negosiasi. Ketiga, pola penyajian teks negosiasi juga harus memperhatikan konteks. Ini berarti bahwa kedua belah pihak harus mengambil sikap yang profesional. Jangan menggunakan jargon atau bahasa yang berlebihan. Selain itu, jangan menggunakan bahasa yang memojokkan atau mengancam seseorang. Ini hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Pola penyajian teks negosiasi juga harus menekankan positif. Ini berarti bahwa kedua belah pihak harus menggunakan bahasa yang berorientasi pada solusi. Ini akan membantu untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai kesepakatan yang tepat. Selain itu, kedua belah pihak juga harus mencari cara untuk menghargai pandangan dan kepentingan masing-masing. Pola penyajian teks negosiasi juga harus memperhatikan kedua pihak yang bertransaksi. Penting untuk menghormati satu sama lain dan mengikuti etika bisnis. Ini akan membantu kedua belah pihak untuk bekerja sama dan mencapai kesepakatan yang tepat. Selain itu, kedua pihak juga harus memahami bahwa kesepakatan harus menguntungkan kedua belah pihak. Pola penyajian teks negosiasi yang tepat akan membantu kedua belah pihak untuk mencapai tujuan mereka. Dengan menggunakan bahasa yang jelas dan kooperatif, kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang tepat. Ini juga akan membantu untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan menghormati kepentingan kedua belah pihak. Dengan demikian, pola penyajian teks negosiasi dapat membantu kedua belah pihak untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Menjelaskan Pola Pola Penyajian Teks 1. Menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit dalam teks 2. Menampilkan sikap yang kooperatif antara kedua pihak yang 3. Memperhatikan konteks dan menghindari jargon atau bahasa yang 4. Menekankan positif dan berorientasi pada 5. Menghormati satu sama lain dan mengikuti etika 6. Memahami bahwa kesepakatan harus menguntungkan kedua belah pihak. Penjelasan Lengkap Menjelaskan Pola Pola Penyajian Teks Negosiasi 1. Menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit dalam teks negosiasi. Dalam setiap diskusi atau percakapan, menjaga kesempatan untuk mengekspresikan pendapat atau perlunya membuat kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan. Semua keterlibatan harus mendapatkan nilai yang adil dan juga membangun hubungan yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui teks negosiasi. Teks negosiasi adalah bagian dari proses negosiasi yang menggunakan bahasa tertulis untuk mengekspresikan dan menyampaikan informasi. Teks negosiasi dapat mencakup berbagai topik, seperti hak dan tanggung jawab, pembayaran, atau pengaturan kontrak. Dalam teks negosiasi, menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit sangat penting. Hal ini dapat membantu untuk menghindari kesalahpahaman, menjaga kontrak, dan menciptakan iklim yang aman dalam proses negosiasi. Kalimat yang jelas dan eksplisit memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memahami maksud yang diucapkan, dan hal ini dapat membantu untuk mencegah adanya keraguan atau konflik. Dengan menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit, pihak-pihak yang terlibat dapat menghindari mengambil kesimpulan yang salah dan memahami apa yang dimaksud dengan teks. Selain itu, menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit juga dapat membantu dalam memastikan bahwa teks negosiasi yang dibuat adalah teks yang berkualitas tinggi. Ketika teks yang digunakan dalam teks negosiasi jelas dan eksplisit, hal ini dapat memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat akan memahami makna yang ingin disampaikan. Ini juga akan membantu untuk memastikan bahwa teks yang dibuat dapat dipahami dengan mudah dan tidak ada ambiguitas. Selain itu, menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit juga dapat membantu dalam memastikan bahwa proses negosiasi berjalan dengan lancar. Hal ini dapat memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dapat mengekspresikan pendapat mereka dengan jelas dan eksplisit, dan juga memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat akan mengerti apa yang dimaksud dengan teks. Hal ini dapat membantu untuk menghindari adanya kesalahpahaman dan memastikan bahwa proses negosiasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Kesimpulannya, menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit sangat penting dalam teks negosiasi. Hal ini dapat memastikan bahwa teks yang dibuat adalah teks yang berkualitas tinggi, dan juga dapat membantu untuk memastikan bahwa proses negosiasi berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan kalimat yang jelas dan eksplisit, semua pihak yang terlibat dapat mengerti apa yang dimaksud dengan teks negosiasi dan juga menghindari adanya kesalahpahaman atau konflik. 2. Menampilkan sikap yang kooperatif antara kedua pihak yang bertransaksi. Pola penyajian teks negosiasi adalah pola yang digunakan untuk mengkomunikasikan secara efektif antara pihak dalam suatu transaksi. Pola ini menjelaskan bagaimana menyampaikan informasi secara efektif, sehingga pihak yang terlibat dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Sikap kooperatif adalah salah satu aspek penting dari pola penyajian teks negosiasi. Sikap kooperatif menekankan bahwa setiap pihak harus bekerja sama untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Sikap ini berbeda dengan sikap yang kompetitif, di mana pihak yang terlibat akan berusaha untuk mencapai kepentingan masing-masing. Untuk menampilkan sikap kooperatif dalam suatu transaksi negosiasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, adalah untuk menciptakan suasana yang saling menghormati. Ini mencakup menghormati pandangan, kepentingan, dan kesepakatan yang telah disepakati oleh pihak yang terlibat. Dengan membangun suasana saling menghormati, pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk mencapai kesepakatan yang win-win. Kedua, adalah menghindari menggunakan bahasa yang kasar atau menyalahkan satu sama lain. Dengan menghindari bahasa yang kasar atau menyalahkan satu sama lain, akan membantu untuk membangun rasa saling percaya antara pihak yang terlibat. Dengan rasa saling percaya, pihak yang terlibat akan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Ketiga, adalah untuk menyampaikan informasi secara efektif. Ini mencakup menyampaikan informasi dengan jelas dan menjawab pertanyaan yang diajukan pihak yang terlibat. Dengan memberikan informasi yang jelas, pihak yang terlibat akan lebih cepat dan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Keempat, adalah untuk mengidentifikasi dan mengkomunikasikan kepentingan masing-masing pihak. Dengan mengidentifikasi dan mengkomunikasikan kepentingan masing-masing pihak, pihak yang terlibat akan lebih mudah untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Dengan mengikuti pola penyajian teks negosiasi yang menampilkan sikap kooperatif antara pihak yang terlibat, pihak yang terlibat dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Dengan demikian, para pihak yang terlibat dapat menikmati manfaat yang dihasilkan oleh transaksi negosiasi. 3. Memperhatikan konteks dan menghindari jargon atau bahasa yang berlebihan. Pola Penyajian Teks Negosiasi merupakan strategi penting yang harus dimiliki oleh para pelaku negosiasi. Ini memungkinkan para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi untuk menyampaikan pesan mereka dengan jelas dan bertanggung jawab. Salah satu komponen penting dalam pola penyajian teks negosiasi adalah memperhatikan konteks dan menghindari jargon atau bahasa yang berlebihan. Memperhatikan konteks berarti memahami situasi dimana teks negosiasi disampaikan. Ini akan memungkinkan para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi untuk mengkomunikasikan dengan benar dan tepat. Hal ini penting karena akan memastikan bahwa para pihak mengerti apa yang dikatakan masing-masing. Teks negosiasi haruslah disajikan dengan cara yang memungkinkan para pihak lain untuk memahami tujuan dan maksudnya. Selain itu, sangat penting untuk menghindari jargon atau bahasa yang berlebihan ketika menyampaikan teks negosiasi. Jargon atau bahasa yang berlebihan dapat membingungkan para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi dan menyebabkan komunikasi yang tidak efektif. Jargon atau bahasa yang berlebihan juga dapat menimbulkan kecurigaan antara para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yang dapat menghambat prosesnya. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku negosiasi untuk menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Kesimpulannya, memperhatikan konteks dan menghindari jargon atau bahasa yang berlebihan merupakan komponen penting dalam pola penyajian teks negosiasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan tepat sasaran dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Memahami konsep ini dan menerapkannya dalam proses negosiasi akan membantu para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan. 4. Menekankan positif dan berorientasi pada solusi. Pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan dalam proses negosiasi. Strategi ini bertujuan untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak yang berbeda dan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi, pihak yang melakukan negosiasi akan lebih mampu menekankan hal-hal positif yang akan diperoleh dari kesepakatan tersebut. Pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi memiliki beberapa manfaat, yaitu Pertama, ini adalah cara yang efektif untuk mencapai tujuan kedua belah pihak. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi, pihak yang melakukan negosiasi dapat dengan jelas menyatakan manfaat yang akan diperoleh oleh kedua belah pihak. Ini akan membuat proses negosiasi lebih mudah karena kedua belah pihak akan lebih mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kedua, ini adalah cara yang efektif untuk menghindari konflik. Dengan memfokuskan perhatian pada tujuan yang ingin dicapai, pihak yang melakukan negosiasi akan lebih mampu menghindari konflik yang mungkin terjadi. Hal ini karena pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi akan memfokuskan perhatian pada tujuan yang ingin dicapai oleh kedua belah pihak. Ketiga, ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas kesepakatan. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi, pihak yang melakukan negosiasi akan lebih mampu menekankan hal-hal positif yang akan diperoleh dari kesepakatan tersebut. Hal ini akan membuat kesepakatan yang disepakati lebih berkualitas karena kedua belah pihak akan lebih mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keempat, ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kerjasama antara kedua belah pihak. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi, kedua belah pihak akan lebih mampu menghargai usaha yang telah dilakukan oleh masing-masing pihak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini akan membuat kedua belah pihak lebih mampu bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi merupakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan negosiasi, menghindari konflik, meningkatkan kualitas kesepakatan, dan meningkatkan kerjasama antara kedua belah pihak. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi yang berorientasi pada solusi, pihak yang melakukan negosiasi akan lebih mampu menekankan hal-hal positif yang akan diperoleh dari kesepakatan tersebut. Dengan demikian, pihak yang melakukan negosiasi dapat dengan jelas menyatakan manfaat yang akan diperoleh oleh kedua belah pihak dari kesepakatan tersebut. 5. Menghormati satu sama lain dan mengikuti etika bisnis. Pola penyajian teks negosiasi merupakan salah satu cara untuk membuat suatu proses negosiasi menjadi lebih efektif. Pola ini mencakup berbagai hal, mulai dari bagaimana menyampaikan pendapat, menangani masalah, membuat kesepakatan, hingga menghormati satu sama lain dan mengikuti etika bisnis. Menghormati satu sama lain adalah salah satu poin penting dalam pola penyajian teks negosiasi. Ini berarti bahwa setiap pihak harus menghormati pendapat dan opini yang disampaikan oleh pihak lain. Hal ini penting untuk menjaga hubungan baik di antara para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Selain itu, menghormati satu sama lain juga berarti bahwa para pihak harus mampu mendengarkan satu sama lain secara aktif dan bersikap adil dalam mengambil keputusan. Selain itu, mengikuti etika bisnis juga merupakan poin penting dalam pola penyajian teks negosiasi. Etika bisnis adalah kumpulan norma dan kode perilaku yang harus dipatuhi oleh para pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi. Dengan mengikuti etika bisnis yang sesuai, para pihak dapat memastikan bahwa mereka dapat menyelesaikan proses negosiasi dengan tepat dan sesuai dengan yang diinginkan. Mengikuti pola penyajian teks negosiasi akan membantu para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan. Dengan menghormati satu sama lain dan mengikuti etika bisnis yang sesuai, para pihak akan dapat menyampaikan pendapat dan opini mereka secara aktif dan bersikap adil dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, para pihak akan dapat mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi semua pihak. 6. Memahami bahwa kesepakatan harus menguntungkan kedua belah pihak. Pola penyajian teks negosiasi adalah cara yang digunakan untuk menyusun teks yang akan digunakan dalam proses negosiasi. Pola ini digunakan untuk memastikan bahwa hasil negosiasi berhasil dengan baik, memenuhi kebutuhan kedua belah pihak, dan menghindari konflik. Pola penyajian teks negosiasi terdiri dari enam langkah. Pertama, mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai oleh kedua belah pihak. Tujuan ini haruslah dituliskan dan disepakati oleh kedua belah pihak. Tujuan ini haruslah jelas dan spesifik, sehingga mudah untuk dicapai. Kedua, mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh kedua belah pihak. Masalah ini haruslah disepakati oleh kedua belah pihak, dan haruslah mencerminkan tujuan yang telah disepakati. Ketiga, mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Solusi haruslah mencerminkan tujuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Keempat, mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk menerapkan solusi. Sumber daya ini haruslah tersedia untuk kedua belah pihak. Kelima, mengidentifikasi keuntungan yang akan diperoleh oleh masing-masing pihak. Hal ini haruslah jelas dan dapat diukur, sehingga mudah untuk dicapai. Keenam, memahami bahwa kesepakatan harus menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini penting agar kedua belah pihak merasa puas dengan hasil yang telah mereka capai. Kesepakatan yang tidak menguntungkan kedua belah pihak hanya akan menyebabkan ketidakpuasan yang berkelanjutan. Pola penyajian teks negosiasi sangat penting untuk memastikan bahwa proses negosiasi berjalan lancar dan hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Dengan menggunakan pola penyajian teks negosiasi, kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini penting agar kedua belah pihak merasa puas dengan hasil yang telah mereka capai. Pola ini juga dapat memastikan bahwa masalah yang dihadapi kedua belah pihak dapat diselesaikan dengan sukses.
B. Menjelaskan Pengajuan, Penawaran dan Persetujuan dalam Teks Negoisasi Ind 1 Menganalisis faktor penentu keberhasilan negosiasi. Ind 2 Menggunakan alasan yang tepat untuk melakukan pengajuan dan penawaran dalam negosiasi. Ind 3 Menjelaskan pola-pola penyajian teks negosiasi. PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 1 Menganalisis Faktor Penentu Keberhasilan Negosisi Petunjuk untuk Guru Sebelum membaca teori yang disajikan di dalam buku teks, guru mengajak siswa membaca kembali teks negosiasi yang disajikan pada bagian sebelumnya. Siswa diajak mendiskusikan faktor-faktor yang menentukan tercapainya kesepakatan dalam bernegosiasi. Agar daya nalar dan kemampuan siswa berpikir kritis berkembang dengan baik, guru harus mengarahkan siswa untuk tidak membaca fakor penentu keberhasilan negosiasi yang disajikan dalam buku teks. Setelah mendapatkan jawaban siswa yang beragam, guru mengajak siswa membandingkan jawaban siswa dengan teori yang disajikan dalam buku teks. Faktor yang menentukan tercapainya kesepakatan dalam negosiasi di atas adalah sebagai berikut. Buku Guru Bahasa Indonesia 199 Sebuah permasalahan akan dengan mudah terselesaikan jika masing-masing pihak memberikan penawaran yang menjadi solusi terbaik dalam sebuah perundingan. Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan sebuah negosiasi antara lain 1. Kesediaan untuk berkompromi dengan pihak lain. 2. Tidak ada pihak yang dirugikan. 3. Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan. 4. Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain. Faktor-faktor tersebut dapat muncul semua dalam proses negosiasi atau hanya muncul beberapa saja. Sekarang marilah kita analisis teks dialog antara ayah dan anak berikut ini. Analisislah faktor-faktor apa yang menyebabkan. Ayah “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.” Anak “Ada apa, Yah?” Ayah “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?” Anak “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.” Ayah “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.” Anak “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, ayah sarankan ke SMA saja, ya” Anak “Waduh, ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.” Ayah “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?” Anak “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.” Ayah “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.” Anak “Iya, yah. ” Kelas X SMAMASMKMAK 200 Selanjutnya, cermatilah faktor-faktor yang menentukan keberhasilan negosia- si anak dengan ayahnya tersebut dalam tabel berikut ini. Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan ayah bahwa pilihan si anak tepat “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” Tidak memaksa pihak lain. Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, ayah sarankan ke SMA saja, ya” Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat. “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.” Tugas Siswa ditugaskan untuk menganalisis faktor yang menentukan keberhasilan negosiasi dalam teks dialog antara pedagang dan pembeli, Beli HP, dan Terima Kasih, Bu Mia. Siswa dapat menggunakan tabel berikut ini dan diperbolehkan menambah atau mengubah kolom tabel sesuai dengan kebutuhan. Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Buku Guru Bahasa Indonesia 201 Contoh Jawaban Tugas 1 Pedagang dan Pembeli Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan pembeli bahwa harga tersebut layak Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon. Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.” Tidak memaksa pihak lain. “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?” kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat. “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.” “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.” Contoh Jawaban Tugas 2 Beli HP Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan ayah bahwa Rani sudah memerlukan HP Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, ngirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” Tidak memaksa pihak lain. Mendengar penjelasan Rani, ayah melepas kaca matanya dan menatap Rani dengan lembut. “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?” Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat. Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani. “…………………… “Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.” Kelas X SMAMASMKMAK 202 Contoh Jawaban Tugas 3 Terima Kasih Bu Mia Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi Bukti Kutipan Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan Bu Mia bahwa keterlambatan bukan disengaja dan ulangan perlu ditunda “Iya, Bu. Sekali lagi maafkan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.” Tidak memaksa pihak lain. “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.” kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat. “Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 2 MENGGUNAKAN ALASAN YANG TEPAT UNTUK MELAKUKAN PENGAJUAN DAN PENAWARAN DALAM NEGOSIASI Buku Guru Bahasa Indonesia 203 Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari bahwa negosiasi baru terjadi ketika terjadi kesepakatan. Untuk mencapai kesepakatan tersebut, partisipan harus menyertakan alasan yang mendukung pengajuan atau penawarannya. Masing-masing pihak harus mampu meyakinkan pihak lainnya bahwa pengajuan atau penawaran yang diajukan dapat atau bahkan harus diterima. Kamu sekarang akan mempelajari alasan-alasan yang digunakan untuk meyakinkan pihak lain dalam bernegosiasi. Bacalah kembali penggalan cerpen HP Baru. Sekarang mari kita analisis alasan-alasan yang diajukan Rani pada ayahnya agar ayahnya mau membelikannya HP baru. 1. Semua teman Rani punya HP sehingga mereka dapat dengan mudah menelpon orang tuanya saat terpaksa pulang telat. 2. Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah. 3. Rani membutuhkan HP agar lebih mudah mengirim tugas ke grup Facebook atau mengupload tugas di blog. 4. HP juga memudahkan Rani untuk belajar dan berdiskusi dengan teman- temannya. Alasan-alasan yang disampaikan Rani terbukti mampu mengubah pendirian ayah rani yang tadinya tidak mampu membelikan HP baru untuk Rani. Tugas 1 Siswa diminta membaca kembali teks negosiasi antara pembeli dan pedagang, dan Terimakasih Bu Mia di atas kemudian ditugaskan unuk menganalisis alasan- alasan apa yang dikemukakan partisipan untuk meyakinkan pihak lain Contoh Jawaban Tugas 1 Pedagang dan Pembeli Alasan-alasan yang digunakan Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon. Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.” Kelas X SMAMASMKMAK 204 Terima Kasih Bu Mia Bukti kutipan “Iya, Bu. Sekali lagi maafkan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.” “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.” Tugas 1 Sekarang cobalah berlatih menyertakan alasan yang tepat untuk menyampaikan pengajuan atau penawaran berikut ini. Contoh Jawaban Tugas 2 Pengajuan Alasan Minta izin menginap di rumah teman. Mengerjakan tugas kelompok Menawar harga sewa gedung untuk kegiatan OSIS • Dana dari sponsor minim. • Kegiatan banyak, sehingga alokasi untuk sewa terbatas. Menuntut Kepala Desa untuk memberikan izin penggunaan balai RW untuk kegiatan karang taruna satu hari dalam seminggu. • Karang Taruna membutuhkan tempat besar untuk berkegiatan. • Karang Taruna juga warga RW yang memiliki ha katas penggunaan gedung • Pertemuan rutin sangat penting dilakukan. Penawaran Alasan Mengajukan penawaran kepada sekolah terkait larangan membawa sepeda motor ke sekolah. • Tempat parkir tidak ada • Banyak yang belum punya SIM Mengajukan penawaran kepada ketua RT tentang larangan penggunaan balai RW melebihi jam WIB • Mengganggu lingkungan • Sudah jam istirahat Larangan orang tua mengakses internet pada hari-hari sekolah. • Mengganggu belajar • Sumber belajar dari internet banyak yang rancu dan tidak jelas sumbernya Buku Guru Bahasa Indonesia 205 Contoh Jawaban Tugas 2 Pengajuan Alasan Minta izin menginap di rumah teman. Mengerjakan tugas kelompok Menawar harga sewa gedung untuk kegiatan OSIS » Dana dari sponsor minim. » Kegiatan banyak, sehingga alokasi untuk sewa terbatas. Menuntut Kepala Desa untuk memberikan izin penggunaan balai RW untuk kegiatan karang taruna satu hari dalam seminggu. » Karang Taruna membutuhkan tempat besar untuk berkegiatan. » Karang Taruna juga warga RW yang memiliki ha katas penggunaan gedung » Pertemuan rutin sangat penting dilakukan. Penawaran Alasan Mengajukan penawaran kepada sekolah terkait larangan membawa sepeda motor ke sekolah. » Tempat parkir tidak ada » Banyak yang belum punya SIM Mengajukan penawaran kepada ketua RT tentang larangan penggunaan balai RW melebihi jam WIB » Mengganggu lingkungan » Sudah jam istirahat Larangan orang tua mengakses internet pada hari-hari sekolah. » Mengganggu belajar » Sumber belajar dari internet banyak yang rancu dan tidak jelas sumbernya Kelas X SMAMASMKMAK 206 PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 3 Menjelaskan Pola-pola Penyajian Teks Negosiasi Petunjuk untuk Guru Pada bagian awal, siswa telah membacacontoh-contoh teks negosisi yang disajikan dengan pola penyajian yang berbeda. Teks pertama tentang negosiasi pembeli dan pedagang buah disajikan dalam bentuk dialog drama. Penyajian negosiasi dalam teks tersebut diwujudkan dalam bentuk dialog menggunakan kalimat langsung. Bandingkan dengan negosiasi Rani dan ayahnya dalam HP Baru. Teks ini disajikan dalam bentuk cerita pendek dengan pola penyajian gabungan antara bentuk narasi dan dialog. Kedua bentuk penyajian teks negosiasi tersebut merupakan wujud negosiasi lisan yang dituliskan. Selain dilakukan secara lisan, ada juga negosiasi yang dilakukan secara tertulis. Guru mengajak siswa mendiskusikan bentuk-bentuk negosiasi tulis, misalnya dengan mengajukan pertanyaan apakah surat penawaran dan pemesanan barang, dan surat lamaran pekerjaan termasuk teks negosiasi. Guru membimbing siswa agar menjawab atau menanggapi pertanyaan tersebut dengan tetap mengingatkan pada siswa unsur-unsur negosiasi. Intinya, teks tertulis apabila memenuhi unsur-unsur negosiasi, dapat dimasukkan dalam teks negosiasi. Tugas 1 Siswa diminta membaca surat penawaran berikut ini kemudian berdiskusi untuk menemukan isi surat tersebut yang menunjukkan bahwa surat penawaran juga termasuk teks negosiasi. Buku Guru Bahasa Indonesia 207 Ladzidzan Ice Cream Bakery Jalan Agus Salim Batu Jawa Timur Website Email Nomor 026PROM-122015 5 Maret 2015 Hal Penawaran Produk Spesial Lampiran Satu lembar Yth. Marhaban Wedding Organizer Jalan Kartini Kota Batu Jawa Timur Dengan hormat, Ladzidzan Ice Cream Bakery adalah sebuah perusahaan kuliner yang menyediakan ice cream dan roti untuk kepentingan pesta perkawinan. Kami sudah berpengalaman puluhan tahun melayani pelanggan terutama perusahaan penyelenggara pesta perkawinan, ulang tahun, dan berbagai event besar lainnya. Kami hanya menyediakan produk kuliner bercita rasa tinggi dengan penampilan elegan. Dalam rangka pembukaan cabang baru di Kota Batu, kami menawarkan harga khusus selama masa promosi bulan April – Mei 2015. Jenis poduk dan harga barang dapat dilihat pada brosur terlampir. Harga dan ketentuan berlaku. Keterangan lebih lanjut hubungi customer service kami melalui nomor HP 0882334132. Percayakan kebutuhan perusahaan Anda pada kami. Demikian surat penawaran ini kami sampaikan. Atas kepercayaan Anda kami menyampaikan terima kasih. Hormat kami, Marketing Ladzidzan Ice Crem Bakery Devara Jatmiko Kelas X SMAMASMKMAK 208 Contoh Jawaban Tugas 1 Pengajuan Bukti Pengalaman layanan Kami sudah berpengalaman puluhan tahun melayani pelanggan terutama perusahaan penyelenggara pesta perkawinan, ulang tahun, dan berbagai event besar lainnya. Kami hanya menyediakan produk kuliner bercita rasa tinggi dengan penampilan elegan. Tawaran harga khusus selama masa promosi dalam rangka pembukaan cabang baru Dalam rangka pembukaan cabang baru di Kota Batu, kami menawarkan harga khusus selama masa promosi bulan April – Mei 2015. Jenis poduk dan harga barang dapat dilihat pada brosur terlampir. Harga dan ketentuan berlaku. Tugas Pada bagian di atas kamu telah mengetahui bahwa sebuah negosiasi baru terjadi ketika terjadi kesepakatan anta pihak-pihak yang bernegosiasi. Sekarang bersiaplah untuk melengkapi surat penawaran produk di atas dengan surat pemesanan. Berperanlah sebagai sekretaris sebuah wedding orgonizer lembaga pelayanan jasa pesta pernikahan. Buatlah surat balasan terhadap surat penawaran tersebut dengan memerhatikan hal-hal berikut ini. a. Kelengkapan bagian-bagian surat. b. Jenis produk yang akan dipesan. c. Harga penawaran yang diajukan. Buku Guru Bahasa Indonesia 209 Contoh Jawaban Tugas 2 Surat pemesanan WEDDING ORGANIZER Jalan Kartini kota Batu Jawa Timur Website Email getmarriedwithsakinah Nomor 326PO-122015 23 Desember 2015 Hal Pemesanan Produk Spesial Lampiran Satu lembar Yth. Ladzidzan Ice Cream Bakery Jalan Agus Salim Kota Batu Jawa Timur Dengan hormat, Kami telah menerima penawaran produk special yang saudara tawarkan. Kami sebagai wedding organizer yang telah berpengalaman puluhan tahun senantiasa terbuka untuk bekerja sama dengan produsen produk-produk yang diperlukan klien kami. Dalam rangka penyelenggaraan pernikahan putri salah satu pejabat di lingkungan pemerintah, maka kami ingin mengajukan pemesanan ice cream. Adapun jumlah tamu undangan adalah 500 orang dengan harga paket ice cream sebesar Rp pack. Dipersilahkan menghubungi kontak person kami untuk negosiasi lebih lanjut. Demikian surat pemesanan ini kami sampaikan. Atas kerjasamanya, kami menyampaikan terima kasih. Hormat kami, Abimanyu Purchaser Kelas X SMAMASMKMAK 210 C. Menganalisis Teks Negosiasi
menjelaskan pola pola penyajian teks negosiasi